
Metode double progression: tambah repetisi sebelum beban
Gunakan double progression untuk meraih repetisi bersih lebih dulu, menambah beban sekecil yang berguna, dan menilai sesi buruk tanpa keputusan terburu-buru.

Gunakan double progression untuk meraih repetisi bersih lebih dulu, menambah beban sekecil yang berguna, dan menilai sesi buruk tanpa keputusan terburu-buru.

Tentukan berapa hari angkat beban dari cakupan tubuh, set berat mingguan, pemulihan, dan kejelasan log latihan.

Gunakan tempo sebagai aturan kontrol yang bisa diulang, bukan hitungan lambat ajaib. Jaga range dan catat perubahan secara terpisah.

Pakai mesin sampai pola gerak stabil, lalu uji versi beban bebas yang lebih ringan sambil menyimpan patokan mesin di catatan.

Pindahkan lift utama otot tertinggal ke awal hanya saat kamu butuh sinyal performa yang lebih bersih.

Gunakan rentang repetisi sebagai alat memilih beban, bukan aturan ajaib: 5-8, 8-15, atau 15-30 sesuai latihan, sendi, dan progres.

Pelajari kapan full range of motion jadi default, kapan lengthened partial reps membantu, dan cara mencatat kualitas repetisi sebelum menambah beban.

Mulai lagi ke gym setelah jeda dengan ramp dua minggu agar progres, pemulihan, dan sesi berikutnya tetap terbaca.

Temukan jumlah set berat mingguan terkecil yang merangsang otot tanpa menambah volume sia-sia atau mengganggu pemulihan.